Bontang
Kamis, 25 Juli
2019
Sore
hari swami pulang menanyakan tentang apa yang terjadi dengan tia dan fajar. Aku
tidak tau karena aku belum baca group keluarga, Setelah aku check, jam 16:13
pesan itu sudah dikirim dan ku baca satu persatu... Ya Allah.... apa yang
terjadi denganmu mutiaraku.... hanya kabar singkat dari mamamu, tia kecelakaan,
kritis dan sekarang di UGD, mohon doanya.
Ku
tunggu detik demi detik, menit demi menit menanti berita tentangmu. Mamamu
akhirnya telephon setelah berkali-kali ku telephon tidak diangkat. Kami disini
sangat khawatir dengan keadaanmu di rantau. Akhirnya ku dengar suara mamamu jauh
di ujung sana... "Mbak tolong aku... mbak... doakan Tia mbak, dia kritis
kondisinya seperti mas oni waktu kecelakaan dulu.. Temennya sudah meninggal
setelah maghrib tadi....
Mendengar
kabar itu, rasanya tulang-belulangku luluh lantak, badanku terasa lemas,
jantungku berdebar... air mataku pun tak mampu ku bendung meski aku berada di
depan mini market bersama anak-anakku yang merengek meminta ini itu... aku
hanya bisa menangis.... Ku coba tenangkan hatiku. Kami keluarga di Jawa saling
menguatkan berdoa semoga Allah swt memberikan yang terbaik. Pikiranku sudah tak
karuan... mataku tak bisa ku pejamkan...
.
Jam
22:12 ku trima pesan di group keluarga, Fauzan mengabarkan
“Assalamualaikum innalillahi wa inna illaihi
rojiun tia udah meninggal kecelakan”
Rasanya aku
sedang bermimpi....tapi aku belum tidur. Ku bangunkan swamiku dan ku katakan
kalau tia meninggal, Mutiaraku telah kembali pulang....
Ya
Allah... 15 tahun amanah itu Engkau berikan. Maafkan kami yang tak mampu
menjaganya dengan baik. Maafkan kami yang tak mampu memberikan kasih sayang
kepadanya sepenuhnya. Sungguh engkau lebih menyanyanginya... Ku hanya bisa
menangis dan tak berdaya. Ku ingin sekali melihatmu untuk terakhir kalinya...
tapi ku tak mampu berbuat apa-apa. Sepertinya haya foto kenangan lebaran tahun
ini yang ku miliki... foto yang diabadikan oleh obet adalah kenangan terakhir
bersama mamamu, adikmu fajar, sifa dan ramadhan.
Mutiara ku.....
Tante sangat
menyanyangimu, kami disini smua sayang kepadamu...
Tapi kamu bukan
miliku dan bukan milik kita lagi...
Allah telah
memilihkan jalan yang terbaik untukmu sayang...
Semoga Allah swt
mendekapmu erat di Surga...
Semoga Allah swt
memberikanmu kebahagian yang tidak kamu rasakan selama bersama kami semasa
hidupmu
Semoga
Rosullallah menyambut kedatangmu dengan penuh suka cita
Semoga engkau
jadi bidadari tercantik di surga...
Mutiaraku....
Tia....
Kebahagianmu
abadi disana....
Sampai ketemu di
surga sayang...
Tia.....
Maafkan tante yang tidak bisa memenuhi keinginanmu...
sampai akhirnya Allah memilihkan jalan terbaik untukmu sayang....
Kenangan bersama mas rafdan, mas nevan dan dik fajar di rumah nenek pada tanggal 28/09/2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tafakur dan mensyukuri nikmat Allah atas kesempatan hidup yang diberikan