Jumat, 26 Juli 2019

MUTIARA KU... (MFH IN MEMORIAL)

Bontang
Kamis, 25 Juli 2019

Sore hari swami pulang menanyakan tentang apa yang terjadi dengan tia dan fajar. Aku tidak tau karena aku belum baca group keluarga, Setelah aku check, jam 16:13 pesan itu sudah dikirim dan ku baca satu persatu... Ya Allah.... apa yang terjadi denganmu mutiaraku.... hanya kabar singkat dari mamamu, tia kecelakaan, kritis dan sekarang di UGD, mohon doanya.
Ku tunggu detik demi detik, menit demi menit menanti berita tentangmu. Mamamu akhirnya telephon setelah berkali-kali ku telephon tidak diangkat. Kami disini sangat khawatir dengan keadaanmu di rantau. Akhirnya ku dengar suara mamamu jauh di ujung sana... "Mbak tolong aku... mbak... doakan Tia mbak, dia kritis kondisinya seperti mas oni waktu kecelakaan dulu.. Temennya sudah meninggal setelah maghrib tadi....
Mendengar kabar itu, rasanya tulang-belulangku luluh lantak, badanku terasa lemas, jantungku berdebar... air mataku pun tak mampu ku bendung meski aku berada di depan mini market bersama anak-anakku yang merengek meminta ini itu... aku hanya bisa menangis.... Ku coba tenangkan hatiku. Kami keluarga di Jawa saling menguatkan berdoa semoga Allah swt memberikan yang terbaik. Pikiranku sudah tak karuan... mataku tak bisa ku pejamkan...
.
Jam 22:12 ku trima pesan di group keluarga, Fauzan mengabarkan

 “Assalamualaikum innalillahi wa inna illaihi rojiun tia udah meninggal kecelakan”

Rasanya aku sedang bermimpi....tapi aku belum tidur. Ku bangunkan swamiku dan ku katakan kalau tia meninggal, Mutiaraku telah kembali pulang....
Ya Allah... 15 tahun amanah itu Engkau berikan. Maafkan kami yang tak mampu menjaganya dengan baik. Maafkan kami yang tak mampu memberikan kasih sayang kepadanya sepenuhnya. Sungguh engkau lebih menyanyanginya... Ku hanya bisa menangis dan tak berdaya. Ku ingin sekali melihatmu untuk terakhir kalinya... tapi ku tak mampu berbuat apa-apa. Sepertinya haya foto kenangan lebaran tahun ini yang ku miliki... foto yang diabadikan oleh obet adalah kenangan terakhir bersama mamamu, adikmu fajar, sifa dan ramadhan.

Mutiara ku.....
Tante sangat menyanyangimu, kami disini smua sayang kepadamu...
Tapi kamu bukan miliku dan bukan milik kita lagi...
Allah telah memilihkan jalan yang terbaik untukmu sayang...
Semoga Allah swt mendekapmu erat di Surga...
Semoga Allah swt memberikanmu kebahagian yang tidak kamu rasakan selama bersama kami semasa hidupmu
Semoga Rosullallah menyambut kedatangmu dengan penuh suka cita
Semoga engkau jadi bidadari tercantik di surga...

Mutiaraku....
Tia....
Kebahagianmu abadi disana....
Sampai ketemu di surga sayang...
Tia.....
Maafkan tante yang tidak bisa memenuhi keinginanmu...
sampai akhirnya Allah memilihkan jalan terbaik untukmu sayang....

Kenangan bersama mas rafdan, mas nevan dan dik fajar di rumah nenek pada tanggal 28/09/2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafakur dan mensyukuri nikmat Allah atas kesempatan hidup yang diberikan