Senin, 31 Oktober 2016

Kuatkan Ibundaku Ya Allah

Assalamualaikum...
Lama sekali tidak ku sapa...
Rutinitas seolah jadi “kambing hitam” tuk menulis, sebagai kegemaran yang sering menemaniku dalam situasi apapun...
Saat ini ku coba sejenak tuk meninggalkan rutinitasku sebagai ibu dari 3 malaikat kecilku, 
sebagai istri dari seorang pangeran yang selalu menemaniku dandari  pekerjaan sekolah yang tidak pernah berkurang dari hari ke hari...

Hari ini pikiranku tersita untuk bundaku tercinta.
Sebagai seorang ibu tentunya mendambakan kehidupan yang bahagia di akhir penghujung usianya.
Harapannya, anak-anak yang telah dibesarkannya punya waktu tuk menemaninya, atau paling tidak mengucapkan salam dari telepon genggamnya nun jauh disana. Mendengarkan keluh kesahnya, menenangkan hatinya yang gundah gulana, menghibur dan menguatkan pikirnya yang sedang galau atau hanya sekedang meng “iya”kan apa yang diucapkannya. Seperti dulu ibu memperlakukan anak-anaknya sebelum dewasa.

Terlebih lagi apabila keinginan tuk hidup bersama dengan belahan jiwanya dan anak cucunya tidak seperti yang didambakannya.... Seorang Ibu apastilah akan merasa kesepian dan rindu yang sangat dalam penantiannya bertemu dengan Sang Kholiq. Sedangkan anak-anaknya yang sudah sibuk dan hiruk pikuk dengan urusan keluarganya sendiri seolah sudah enggan mendengarkan lagu lama yang terus berulang hampir sepanjang usianya. Dengan dalil apapun... itulah realita.

Sebagai anak... ingin rasanya memeluk ibu dalam kesedihan dan kesendirian... menghapus air mata yang mengalir di wajahnya yang sudah renta. Meski ku tidak mengingat pelukan ibu waktuku kecil, tapi ku bisa rasakan kesedihannya setiap detik nafasku akhir-akhir ini... ku kwatir dengan dengan semua yang dirasakannya saat ini. Ku tahu Ibu sedang berusaha untuk tangguh yang kesekian kalinya demi akhir yang bahagia.

Ya Allah Ya robbi.. apa yang bisa ku lakukan tuk mengangkat bebannya...? Meski ku sendiri juga memiliki tanggung jawab yang masih panjang dalam hitungan manusia. Membantu swami dan menjaga anak-anakku sebagai amanah dari Allah, yang kelak ku juga mengharapkan kasih sayangnya diusiaku yang renta.Besar keinginanku tuk membantumu ibu. Meski ada banyak alasan yang bisa ku ajukan untuk tidak mengangkat smua bebanmu. Tapi ingin sekali ku menyingkirkannya dengan kehendak dan ridho Allah... dengan kelapangan rezeqi yang dilimpahkan padaku.... dengan rasa berbaktiku padamu ibu untuk kebahagianmu sampai Allah mempertemukan kita kelak di akhirat.

Ibu...
Ini bukan pertama kalinya... tapi semoga ini yang terakhir yang membuatmu sedih...
Semoga allah memberiku kekutan tuk membantu meringankan bebanmu ibu...
Semoga air mata yang ku lihat adalah yang terakhir...

Ibu...
Masih ada kami bertiga yang pernah ditipkan padamu oleh Allah
untuk menemanimu di usia senjamu.
Masih ada kami bertiga dan cucu-cucumu yang merindukan doa-doamu dalam sholatmu.

Ibu...
Ikhlaskanlah.....
Meski tidak mudah menghapus semua yang telah menjadi bagian dalam hidupmu.
Sisakan sedikit waktumu dipenghujung usiamu hanya untuk kebahagian dirimu.
Hanya ibu yang mampu mewujudkan kebahagian diakhir hayatmu.
Kami dengan senang hati memberikan ruang tinggal untukmu....
Sampai saatnya Allah menentukan semua ketetapan Nya untuk keluarga kita.

Semoga Allah memberikan keajaiban dari ikhtiar yang telah ibu dan kami lakukan.
Amin ya robbal alamin.