Catatan dari seorang
teman
untuk kami
untuk kami
Aku tahu semua itu
tak mudah
Tapi yang tak mudah
itu
Bukan berarti tak
mungkin
“BARRALLAHU LAKA WA
BARAKA ‘ALAIKA WA JAMA’A BAINAKUMA FIKHAIR”
“Semoga Allah SWT
menghimpun yang terserak dari keduanya
memberkati mereka berdua, meningkatkan kualitas keturunannya sebagai pembuka pintu
rahmat, sumber ilmu dan hikmah serta pemberian rasa aman bagi umat” (Doa Nabi
Muhammad SAW, pada pernikahan putrinya Fatimatuh Az Zahra dengan Ali bin Abi Tholib)
Untuk Suami
Pernikahan atau
perkawinan,
menyingkap tabir
rahasia
Istri yang kamu
nikahi tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
pun tidak setabah Fatimah
Justru istri
hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita
menjadi sholehah
Pernikahan ataupun
perkawinan
Mengajarkan kita
kewajiban bersama
Istri menjadi tanah,
kamu langit penaungnya
Istri ladang tanaman,
kamu pemagarnya
Istri kiasan
ternakan, kamu gembalanya
Istri adalah murid,
kamu, mursyid (pembimbing)-nya
Istri bagaikan anak
kecil, kamu tempat bermanjanya
Saat istri menjadi
madu, kamu teguklah sepuasnya
Seketika istri
menjadi racun, kamulah penawar bisanya
Seandainya istri
tulang yang bengkok, berhati-hatilah meluruskannya
Pernikahan atau
perkawinan
Menginsafkan kita
perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti
sabar dan ridho
Karena memiliki
istri yang tak sehebat mana
Justru kamu akan
tersentak dari alpa
Kamu bukanlah
Muhammad Rosulallah atau Isa As,
Pun bukanlah
Sayyidinna Ali Karamaullahhuwajah
Cuma suami akhir
zaman, yang berusaha menjadi soleh
Amin ya robbal
alamin
Untuk Istri
Pernikahan ataupun
perkawinan
Membuka tabir rahasia
Suami yang menikahi
kamu
Tidaklah semulia
Muhammad.
Tidaklah setaqwa Ibrahim
Pun tidak setabah
Isa atau Ayub As.
Ataupun segagah
Musa, apalagi setampan Yusuf
Justru suamimu
hanyalah pria akhir zaman
Yang punya
cita-cita, membangun keturunan yang soleh
Pernikahan atau
perkawinan
Mengajarkan kita
kewajiban bersama
Suami menjadi
pelindung, kamu penghuninya
Suami adalah
nahkoda kapal, kamu navigatornya
Suami bagaikan
balita yang nakal, kamulah penuntun kenakalannya
Saat suami menjadi
raja, kamu nikmati singgasananya
Seketika suami
menjadi bisa, kamulah penawar obatnya
Seandainya suami
masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya
Pernikahan atau
perkawinan
Mengajarkan pada
kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti
sabar dan ridho
Karena memiliki
suami yang tak segagah mana
Justru kamu akan
tersentak dari alpa
Kamu bukanlah
Khadijah, yang begitu sempurna dalam menjaga
Pun bukanlah Hajar
ataupun Mariam, yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir
zaman, yang berusaha menjadi sholehah…
Amin ya Robbal
Alamin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tafakur dan mensyukuri nikmat Allah atas kesempatan hidup yang diberikan