Selasa, 06 November 2012

“IKATAN PERNIKAHAN”


Catatan dari seorang teman 
untuk kami
Dan ku catat ulang untuk diriku, adik-adikku.. dan siapa saja yang akan dan telah menikah

Aku tahu semua itu tak mudah
Tapi yang tak mudah itu
Bukan berarti tak mungkin

“BARRALLAHU LAKA WA BARAKA ‘ALAIKA WA JAMA’A BAINAKUMA FIKHAIR”
“Semoga Allah SWT menghimpun yang terserak  dari keduanya memberkati mereka berdua, meningkatkan kualitas keturunannya sebagai pembuka pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmah serta pemberian rasa aman bagi umat” (Doa Nabi Muhammad SAW, pada pernikahan putrinya Fatimatuh Az Zahra dengan Ali bin Abi Tholib)

Untuk Suami

Pernikahan atau perkawinan,
menyingkap tabir rahasia
Istri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah, pun tidak setabah Fatimah
Justru istri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita menjadi sholehah

Pernikahan ataupun perkawinan
Mengajarkan kita kewajiban bersama
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya
Istri adalah murid, kamu, mursyid (pembimbing)-nya
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya
Saat istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya
Seketika istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya
Seandainya istri tulang yang bengkok, berhati-hatilah meluruskannya

Pernikahan atau perkawinan
Menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridho
Karena memiliki istri yang tak sehebat mana
Justru kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Muhammad Rosulallah atau Isa As,
Pun bukanlah Sayyidinna Ali Karamaullahhuwajah
Cuma suami akhir zaman, yang berusaha menjadi soleh
Amin ya robbal alamin

Untuk Istri

Pernikahan ataupun perkawinan
Membuka tabir rahasia
Suami yang menikahi kamu
Tidaklah semulia Muhammad.
Tidaklah setaqwa Ibrahim
Pun tidak setabah Isa atau Ayub As.
Ataupun segagah Musa, apalagi setampan Yusuf
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman
Yang punya cita-cita, membangun keturunan yang soleh

Pernikahan atau perkawinan
Mengajarkan kita kewajiban bersama
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya
Suami bagaikan balita yang nakal, kamulah penuntun kenakalannya
Saat suami menjadi raja, kamu nikmati singgasananya
Seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya
Seandainya suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya

Pernikahan atau perkawinan
Mengajarkan pada kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridho
Karena memiliki suami yang tak segagah mana
Justru kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna dalam menjaga
Pun bukanlah Hajar ataupun Mariam, yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman, yang berusaha menjadi sholehah…
Amin ya Robbal Alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafakur dan mensyukuri nikmat Allah atas kesempatan hidup yang diberikan