
Minggu Pagi itu, 30 agustus 2009 aku menangis sampai tak tertahankan… ku peluk erat budeku… ku Tanya kapan bupuh pulang? Ya aku bertemu dengan bu puh. Sepertinya bliau merasakan betapa aku merindukannya. Aku pun menangis sejadi-jadinya.. lalu aku pergi menemui kakak sepupu ke ngronggo, ku hanya melihat mas aan dan mas yus sekeluarga, tapi ada hal yang aneh, kenapa tiba-tiba ada mas oni disitu. Dia sedang mengatur rumah bupuh, dia minta rumah itu ditata dan digelar karpet di ruang tengah. Lalu aku tak mempedulikannya. Aku hanya ingin memberi tahu putra-putra bu puh kalau aku bertemu dengan ibu mereka di suatu tempat entah dimana. Rasanya… aku benar-benar bertemu dengan beliau. Tapi beliau tidak berkata apa-apa… wajahnya samar-samar. Aku tak melihat dengan jelas, aku tidak peduli, aku hanya memeluknya erat, erat sekali hampir tidak kulepaskan. Rasa haru yang begitu dalam membuat pecah tangisku. Aku menangis sampai aku terjaga dari tidurku… ternyata semua itu hanya mimpi… ya hanya mimpi.. bangun tidurpun air mataku tak bisa ku bendung juga.. aku masih saja menangis. Lalu aku cerita ke ibu, kalau baru saja aku bermimpi ketemu bupuh. Ibu pun juga cerita hal yang sama kalau beliau bermimpi bertemu bupuh berdiri di pintu rumah beberapa hari yang lalu di awal puasa. Ibukupun menghampirinya dan memeluknya, memanggil namanya “Yu ah kapan teko” dan memanggil-manggil namaku “Tik ki lo bupuh teko soko mekah …” Kata ibu dalam mimpi itu bu puh menatapnya dengan rasa iri… Ibupun jadi ingat bahwa ibu lupa membacakan surat al-fatihah untuk beliau di awal bulan ramadhan. Semua keluarga yang meninggal (pak puh Yan, orang tua, mertua) sudah dibacakan al-fatihah kecuali budeku.Ya…beberapa hari yang lalu aku pernah menulis kenanganku dengan bu puh karena aku memang merindukannya. Akupun juga mengenangnya bersama ibuku. Menceritakan semasa hidup beliau.
Ya Allah.. sungguh berikanlah kebahagian abadi untuk budeku di sisi-Mu.. Terimalah amal ibadahnya, ampuni dosa-dosanya, rasa hormat dan pengabdian beliau pada agama rosulullah, sedekah yang dilakukan di jalan-Mu yang hampir tak pernah berhenti kepada siapapun yang memerlukan, dan bhakti pada suaminya yang luar biasa.. sungguh jadikan teman yang menggembirakan untuk beliau di surgamu Ya Robb. Amin ya robbal alamin....
AssLm.
BalasHapusHalo Mbak Zidni
terima kasih telah berkunjung ke http://adieriyanto.blogspot.com/
jika tertarik, silakan mengikutinya dengan menjadi follower di kolom yang disediakan.
salam kenal
cheers!!!
;=)