Manusia tidak boleh menyerah begitu saja….Apapun hasilnya nanti, yang penting adalah ikhtiar dan doa jangan sampai lupa…
Sekalipun hasil itu jauh atau sama sekali tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Tapi harus diyakini bahwa Allah senantiasa memberikan yang terbaik untuk kita bisa belajar menghadapi segala ujian dan cobaan. Untuk meninggikan derajat kita di dunia dan akherat kita kelak. Rezeki, jodoh hidup dan mati semua ada jalan ceritanya.
Ramadhan hari ke tiga yang lalu, adikku ida mencoba usaha baru. Jualan makanan di “Pasar Ramadhan” yang ada di alun-alun nganjuk. Pasar ramadhan memang baru dibuka 2 tahun terakhir ini. Makanya adikku coba-coba jualan makanan untuk berbuka puasa. Menu yang dijual adalah ikan sungai “wader goreng” plus lalapan , “rujak kambang”, “peyek”, sambel pecel, sambel bajak dan “kuping gajah goreng”.
Waktu itu ida minta pertimbanganku bagaimana kalau dia jualan di alun-alun. Ku pikir, Ya tidak masalah dicoba saja, siapa tahu Allah memberi rezeki berlimpah di bulan yang penuh berkah. Sebenarnya ibuku kurang mendukung.. Kemudian kusampaikan ke ibu, supaya mengizinkan dan meridhoi usaha ida saja. Aku tahu adikku yang satu ini sedang bingung. Usaha apa kira-kira yang pas dan tidak perlu banyak modal. Ida sangat menyadari dia harus melakukan sesuatu untuk menjemput rezeki yang telah ditetapkan oleh Allah, Cuma saja dia, aku atau siapapun tidak pernah tahu kapan waktu yang tepat, dan berapa banyak Allah memberikan rezeki-Nya dari hari ke hari.
Namanya juga usaha…, menurut perkiraan, momen sebenarnya juga sudah pas. tempatnya juga sudah pas dan yang dijual pun juga pas, yaitu makanan untuk berbuka. Tapi ternyata Allah menghendaki lain… ikan wader dan lalapan yang sudah dibungkus sebanyak 16 dengan harga Rp.6.000 hanya laku 1 bungkus, es rujak 13 bungkus laku 8 seharga @Rp 1.500,4 bugnkus sambal bajaj laku 1 dan 32 peyek laku 2, kemudian kuping gajah goreng sebanyak 20 bungkus masih utuh. Bisa jadi selera pembeli tidak sesuai dengan makanan yang di jual ida.
Sabtu 29 agustus kemarin aku pulang agak larut malam dari kediri, karena harus menemani anak-anak (siswa MAN 3) mengedit pembuatan film sampai maghrib untuk lomba “film pendek”. Sesampai di rumah aku tanya adikku apa masih jualan di pasar ramadhan.. ida tidak cerita, Cuma menjawab “tidak”. Hmm.. ya sudah ku pikir. Lalu ibunda tanya apa ida tidak cerita… memang kenapa bu? Tanyaku. Lalu ibu cerita di hari ke empat bulan ramadhan rencananya ida mau jualan es kopyor dan es garbis.. semua bahan sudah dibeli 1 hari sebelumnya. Air kelapa, buah garbis, bahan agar-agar, sirup, semua di simpan di dalam kulkas. Ibu dan Ida tidak tahu bagaimana rasanya es yang sedang di bikin.. ibu hanya sedikit mencicipi rasa manis air esnya. Kemudian minta tolong fauzan ponakan kami untuk mencicipi esnya, karena dia puasa beduk. Dia hanya mengatakan “Ga enak te rasanya masam…” ida pikir fauzan hanya mengada-ada, karena fauzan memang sangat pilih-pilih dengan makanan apapun. Jadi ida dan ibupun tak punya fikiran bahwa bahan baku yang sudah disimpan di kulkas ternyata tidak tahan lama dan merubah rasa, terutama air kelapa serta buah garbis.
Setelah adzan maghrib ibu dan bapak berbuka puasa dan baru tahu kalau yang dikatakan fauzan ternyata benar, esnya sudah basi. Lalu ibu menelphone ida untuk tidak menjual esnya, kasian nanti yang membeli kecewa karena rasanya masam… kemudian semua dagangan dibawa pulang. Belum ada untung sama sekali. Pantas saja ida hanya diam… tidak cerita, tidak sesemangat di awal ketika ida mengutarakan ide, rencana dan angan-angannya. Lantas ibu memintanya untuk tidak usah jualan makanan lagi. Lagi pula rajwa putrinya juga sedang sakit, beberapa hari tidak mau makan.
Ya Allah… Ini adalah Ramadhan bulan yang sangat baik untuk melakukan amalan yang baik.. Hamba yakin saat-saat ibadah yang dilakukan ida adalah lebih baik dari pada jualan makanan apalagi dibulan dimana Allah melipat gandakan semua amal kebaikan. Adikku yang satu ini kalau berzikir selepas sholat dan mengaji setelah sholat selalu istiqomah setiap harinya…. Mungkin saja Allah lebih menyukai ida menikmati ibadah di bulan ramadhan dibanding harus berdagang di alun-alun.
Sabar ya adikku… ketahuilah Allah begitu menyayangimu… Insya Allah akan ada jalan lain yang tak terduga-duga. Jika Allah menghendaki rezeki itu datang padamu dengan sendirinya dan tiba-tiba, maka hanya dengan “Kun Fa Yakun” rezeki itu akan datang padamu tanpa diduga… Semoga doa-doa yang telah kau uraikan segera terjawab. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan pada kita di dunia yang fana ini dan di akherat kelak. Amin Ya Robbal Alamin.
0 comments:
Poskan Komentar
Tafakur dan mensyukuri nikmat Allah atas kesempatan hidup yang diberikan