Selasa, 18 Agustus 2009

ZITNI RACHMAWATI


Namaku zitni rachmawati, sesuai dengan akta kelahiranku aku terlahir pada tanggal 21 juni 1976. tapi aku lebih suka menulis namaku dengan huruf “d” dibanding “t” zidni dalam bahasa Indonesia artinya “tambahkanlah aku”. Keluargaku memangilku dengan nama “Wati” kalua jawa biasanya “watik”. Aku lahir di nganjuk. Tidak banyak yang aku ingat waktu aku masih kecil, meskipun demikian ada beberapa hal yang sangat membekas dihati dan ingatanku.

Sebagai anak pertama, kadang beban keluarga yang kurasakan sangatlah berat. Aku harus lebih tegar ketika ibu berkeluh kesah dalam menghadapi persoalan hidup yang kami miliki.

Lekat sekali dalam ingatanku, ketika ibu mencoba membantu bapak menambah inkam keluarga dengan membuat kue donat. Waktu itu baru pertama kalinya ibu mencoba resep yang didapat dari bu puh. Dicetaknya adonan itu kecil-kecil. Ibu bilang adonan ini akan mengembang menjadi besar, jadi kita tunggu aja. Sholat isya aja dulu. Lalu setelah sholat kulihat adonan itu tidak bertambah besar. Lalu ibu mencoba mengaduk lagi adonan yang udah dicetak. Sampai tiga kali. Mungkin kalau adonan itu bisa bicara, pasti merasa kesakitan, diaduk dipipihkan pake botol, dicetak pake gelas, dicampur lagi diaduk lagi berulang-ulang. Akhirnya ibu bilang, kalau ini tetap tidak bisa mengembang ya sudahlah.. kita buang saja adonan ini. "Jangan bu kita kita cetak besar aja, kataku.Akhirnya ketika adonan itu digoreng menjadi sangat besar, ibu tidak jadi membuang adonan donat.

Sebenarnya tidak hanya donat, waktu itu ibu bikin ketan putih yang ada bubuk kedelai, ketan hitam dikemas dengan daun, timus, kripik tempe, stik, cis, pisang molen, madu mongso, roti selai, krupuk puli. Pokoknya buanyak deh …. Ibuku jago masak. Masakannya luar biasa eunaknya… aku sering bawa kue itu ke sekolah atau kalu tidak ke warung-warung. Kadang bebrapa guru SD ku juga pesan. Lumayan lama ibuku berjualan kue. Kalau waktu aku sekolah di pondok, sepertinya ibu sudah tidak jualan lagi, hanya memproduksi krupuk puli sampai aku SMA.

Kebetulan kami sekeluarga tinggal bersama nenek. Nenek ku penjual nasi pecel dan bubur yang paling eunak di ploso, sayangnya ibu tidak mau melanjutkan usaha nenekku. Ada juga yang kost waktu aku SD. Anak-anak yang sekolah di SMA 2 Nganjuk. Kebetulan rumahku dekat dengn SMA 2 ngajuk. Ibu akhirnya menghentikan penjualan kue dan buka warung kecil di rumah nenek sambil memasakkan anak kost.

Banyak sekali cerita-cerita dikala kami tinggal bersama nenek. Nenek pun juga sering cerita bagamana kehidupan ibu dan masa kecilku dulu yang belum tahu apa-apa. Apalagi waktu ibu menikah dengan bapak, bapak belum punya pekerjaan. Tapi nenekku mencoba membujuk lek war anaknya yang juga adik ibuku untuk memberi tempat di toko kasetnya membuka kios reparasi jam.

Aku ingat ketika nenek cerita, bahwa beliau dengar kalau bapak ingin membelikanku anting emas karena kebetulan bapak dapat rezeki. Waktu itu nenek senang sekali mendengarnya, menantunya sudah bisa membelikan perhiasan emas untuk anaknya.

Ibuku sendiri juga pernah cerita bagaimana kehidupan kami, waktu aku dan adikku zulfa masih kecil di daerah ngawi. Aku hampir tidak ingat itu. Tapi ketika ibu cerita kurasakan kesedihan yang amat sangat mendalam… Ibuku ga berani utang tetangga. Waktu itu bapak tidak punya uang sama sekali, pekerjaan bapak di ngawi adalah seorang penjahit. Bapakku jago membuat pakaian. Tapi saat itu tidak ada jahitan. Tiba-tiba adik ibuku lek nan datang membawa beras dari nenek. Lek nan juga pernah cerita hal yang sama. Saat lek nan datang keadaan sudah mulai gelap dan hujan deras, kalau beliau ingat saat itu, beliau sangat kasian melihat aku dan adikku tidur di atas dipan tanpa kasur, hanya berselimutkan sarung… kata ibuku waktu kami tidak punya makan kami sering diberi ketela rebus oleh tetangga. Kadang tetangga kami juga memberi beras ibu.. karena kondisi ekonomi tidk semakin membaik maka ibu memaksa bapak untuk pulang ke nganjuk. Akhirnya tinggalah kami dengan nenek, kemudian kami punya adik satu lagi, ida namanya. Kemudian akupun punya kesempatan untuk sekolah.

28 tahun yang lalu aku sekolah di tk “Roudhotul Atfal” yang sekarang nama TK itu adalah TK Khodijah 1. Tempatnya berada di juwet belakang pasar wage nganjuk. Aku ingat temanku waktu itu kebanykan cowok namanyapun aku masih ingat, ada rudi, rico dan frans, yang cewek cuma ridha anak teman ibuku dan mbak nunik yang kebetulan masih saudaraku.

Ku ingat nama temen2ku tk yang cowok karena mereka cakep-cakep ^_^. Dan yang membuat aku ingat lagi mereka naksir adikku. Ada yang bilang… nanti kalau aku mau ngenalin adikku ke mereka maka aku akan dipinjamkan ayunan tak peduli siapapun yang sedang memake tinggal bilang saja. Lucu juga zaman dulu sudah ada sogokan seperti iyu. Sebenarnya semuanya sama saja dan ada dari zaman ke zaman. Kejadiannya sama yang membedakan hanya waktu dan pelakunya saja.

Waktu karnaval 17 Agustus, aku jadi bu tani, akupun pernah menari di kabupaten nganjuk. Aku juga ingat ketika adikku ngompol aku dipanggil ma bu guru untuk menenangkannya. Ah sungguh indah waktu itu karena aku belum kena hisab atas dosa-dosaku.

Sebagai seorang kakak dimasa kecil aku sudah terlihat suka ngatur adik-adikku. Aku juga senang sekali mengajak mereka bermain bersama. Dan kalau main adikku sering nangis karena selalu kalah. Tapi kalu berantem adu jotos ma adikku aku yang sering kalah. Zulfa dari kecil memang sudah tampak kuat n tahan banting. Meski pernah juga sih kejang di tengah pintu, karena kangen sama bapak yang tidak kunjung pulang dari Jakarta. Setiap sore, sehabis mandi, zulfa selalu duduk di tengah pintu nungguin bapak kalau-kalau pulang dari Jakarta.

Masa SD lumayan lama 6 tahun banyak juga cerita yang masih aku ingat. Waktu kelas satu sama ibuku ranbutku dikepang satu. Pernah suatu hari aku mainan bed yang bisa ditutup dan dibuka. Aku berusaha menutup bed itu sendirian yang terjadi tanganku terjepit dan tepotong sedikit.

Kemudian kelas dua aku sempat berantem dengan agus. Dia menamparku lalu aku menangis. Kelas tiga aku ingat temanku yang menghafalkan puisi anak gembala pipis di depan kelas. Ku juga ingat guru IPA ku marah dan melemparkan blok katrol ketika bliau menerangkan pelajaran muridnya tidak ada yang paham ketika diberi pertanyaan. Aku yakin semua temanku satu kelas ketakukan. Bliau termasuk guru yang sering sekali “ngenyek muridnya”. Melarang muridnya tertawa kalu belum gosok gigi. Ih… seru juga deh kalu ingat. Satu lagi guruku yang kiler waktu itu guru matematika. Bliau hanya suka sama anak-anak yang pinter saja dan menyanjungnya setinggi langit.
Kemudian kelas emapat aku sempat mengalami kebutaan. Menurut medis aku terkena katarak. Menurut kakekku aku terkena sawuran debu penunggu pohon beringin.. Iih.. seru ya… Sepulang sekolah setelah main aku cuci muka di sumur pompa yang kebetulan dekat pohon beringin di SDN Ploso 1. Sesampai dirumah mataku merah… kemudian ke esokan harinya aku tidak bisa melihat apa-apa. Semuanya serba berkabut dan putih, hampir 1 minggu aku ga masuk sekolah..

aku diobatkan ke dokter trubus kediri, lalu ke madiun dan juga obat alternative yuyu kangkang (kepiting sungai) ditumbuk di oleskan ke kepalaku. Baunya ga karuan. Lalu sama kakekku dibikinkan daun sirih yang ditumbuk dan dilafatkan ayat kursi dipiring dan disiram air hangat. Mataku dikubangkan dalam air sirih dandi kedip-kedipkan. Luar biasa pasir yang terdapat pada piring buanyak sekali. Waktu itu aku dan ibuku ga habis pikir. Alhamdulillah setelah itu semuanya baik-baik saja. Mataku bisa melihat lagi. Menurut dokter mataku sangat sempurna dan tidak perlu pake kaca mata, nanti kalau usiaku sudah 50 tahun baru pantas pake kaca mata. Itu kata beliau.

Dari lahir Allah memberiku satu mata yang bisa melihat. Mata kananku dari bayi sudah terkena katarak. Karena orang tuaku tidak mampu dan penyakit katarak waktu itu dianggap belum ada obatnya maka sampai sekarangpun aku punya 1 mata yang bisa melihat dunia. Aku sangat bersyukur, meski kadang aku menginginkan kesempurnaan… Tapi aku yakin dengan kekurangan yang aku miliki justru disitulah Allah memberi kesempurnaan yang luar biasa untukku. Semoga kelak di akherat mata ini jadi penerang alam barzahku. Amin ya robbal alamin…

Kelas lima pernah kami satu kelas dibuat ketakukan karena tiba-tiba saja teman kami mengamuk dan dia menghalangi pintu kelas dengan meja kursi. Membanting apa saja. Pintu didorong dari luar tak bisa terbuka. Sampai akhirnya didobrak dan temanku ditenangkan. Tidak kesurupan, tapi dia sangat marah sampai diluar kendali…

Kelas enam seingatku aku bekonsentrasi pada persiapan ujian….dan akhirnya lulus lalu aku meneruskan sekolah ke pondok pesantren Wali Songo Ngabar ponorogo. Aku tidak krasan hanya bertahan selam 1.5 tahun lalu aku pindah ke MtsN Nganjuk.

Selama Mts apa ya yang berkesan. O ya waktu itu saya dan teman-teman sering kali membicarakan guru olah raga yang naksir sama teman kami. Dan selalu diberi nilai baik. Lalu aku dan temanku mutik menulis pesan dilembar jawaban pada ujian tulis olah raga. Aku lupa bagaimana bunyinya, tapi intinya kita minta kasih nilainya yang fair. Jangan mentang-mentang muridnya cantik nilainya jadi bagus. Kemudian kita berdua di panggil ke kantor. Takut juga sih. Trus aku dan mutik minta maaf.

Ada juga peristiwa yang aku yakin setiap anak trauma mendengarnya.. sepulang sekolah aku lihat ibu menangis, ibupun bercerita padaku. Aku bingung dan ikut menangis.. kemudian setelah maghrib aku lihat bapak dan ibu bertengkar hebat.. aku berlari sembunyi di kamar dan nangis sejadi-jadinya tanpa suara. Aku takut sekali kalau bapak dan ibu bercerai… tapi alhamdulillah sampai sekarang semoga sampai akhir hayatnya Allah tetap menjaga ikatan pernikahan bapak dan ibuku.

Kemudian aku melanjutkan sekolahku di MAN 3 kediri. Sebenarnya aku tidak berniat sekolah di MAN. Tapi apa boleh buat. Ternyata tempatku memang di MAN 3 kediri. Kalau di ceritakan masa SMA wah bisa jadi 4 buku. Karena selama SMA aku menulis apapun dalam buku harianku samapi ada 4 buku harianku. Tapi intinya “WOW.. IT’S UNFORGETABLE MEMORIES..! Sampai-sampai setelah kuliah aku balik lagi ke MAN 3 untuk mencari dan mendapatkan apa yang dulu pernah aku dapat di MAN 3. kenangan yang sangat indah semasa SMA… ada suka dan duka pastinya, ada tangis dan tawa juga ^_^….

Kemudian aku kuliah di Universitas Sebelas Maret. Perjalanan hidupku yang luar biasa penuh dengan keprihatina dan perjuangan. Kebahagian semasa kuliah hanya aku dapatkan dari teman-temanku di Mess Putri kentingan belakang kuburan cina. Kehidupan yang sederhana dan bersahaja, lingkungan yang agamis yang membentukku, meski tidak merubahku 100%. Tapi sangat memberiku pelajaran religi dan kehidupan yang sederhana. Teman-temanku se angkatan Eng ’95 yang juga jauh dari kesan kemewahan sperti yang aku takutkan.

aku juga kerja di salah satu bimbingan bahasa inggris di kartosuro. gaji pertamaku waktu itu Rp.12.000. Kemudian darei gaji pertama sampai sampai dengan gaji terakhir aku bisa menabung untuk biaya operasi mataku karena kecelakaan. Ya waktu semester lima kalau tidak salah aku pernah kecelakaan. lumayan tidak sadarkan diri. tapi untunglah hanya opname 3 hari ditungguin ma ibu.

Semuanya masa-masa itu adalah “PERJUANGAN” adikku, orang tuaku dan aku. Perubahan yang sangat hebat terjadi di keluarga kami. Yang mengharuskan kami sekeluarga angkat kaki dari rumah nenekku.. Adikku yang tak bisa sekolah di SMK kesehatan perawatan gigi karena tidak ada biaya. Adikku zulfa yang kuliah D1 di semarang juga harus bertahan tinggal di rumah bulek ku. Yang setelah lulus memutuskan utntuk jadi TKI dan masuk ke penampungan. kemudian saat itu aku juga belum lulus kuliah. pernah aku beranikan diri menayakan pada bapak apakah bapak sudah tidak sanggup lagi membiayayai kuliahku. sambil nagis aku katakan sama bapak kalau memang tidak ada biaya aku akn berhenti kuliah. saat itu aku masih semester 4. Yah Pelajaran yang tidak pernah ku lupa seumur hidup bagiku, adik-adiku dan kami sekuluarga.Masa-masa itu sangat sulit bagi keluarga kami.

Alhamdulillah semakin hari keadaan semakin membaik semoga akan selalu begitu. Dan akupun saat ini juga sudah menjadi seorang pengajar di tampat aku dulu belajar. Sudah hampir 9 tahun aku menjadi bagian keluarga besar MAN 3 Kediri. Meski belum jadi PNS, yang penting apa yang aku dapat bisa membantu keluargaku. Semoga berkah. Dan bertambah… amin ya robbal alamin.

0 comments:

Poskan Komentar

Tafakur dan mensyukuri nikmat Allah atas kesempatan hidup yang diberikan