Jumat, 15 Mei 2009

ZABIT FARIDA


Adikku yang nomer 3 ini lahir tanggal 2 maret 1980, punya anak 1 dan statusnya sama dengan adikku yang nomer 2. aku sendiri sampai tidak habis pikir. Yang nikah pada cerai, yang belum nikah pengen cepat-cepat nikah. ^_^.

Adikku yang satu ini bisa ku bilang lebih unik lagi. Mungkin lebih unik dariku. Atau yang paling unik dikeluarga kami. Sekarang dia lagi menekuni bisnis kaktus. Aduh kayaknya keren banget. Tapi sebenarnya biasa saja. Cuma semangatnya adikku sungguh luar biasa. Demi membuka usahanya dia bela-belain ke malang dari nganjuk dengan anaknya yang berusia 2 tahun dibawa serta untuk kulak kaktus. “Naik sepeda motor dari nganjuk saudara-saudara….!!!”, Pulangnya turun hujan. Tapi alhamdulillah ada orang yang berbaik hati memberikan tumpangan sampai kediri kemudian motor dibawa sepupu kami. Sampai kediri janjian dan kemudian pulang ke nganjuk.

Sepertinya dia tidak main-main membuka usaha tanaman di jalan A. Yani nganjuk. Mungkin hampir 3 bulan toko kaktus dan pulsa itu dibuka. Itung-itung buat kesibukan dia setelah pulang dari Kalimantan. “Jadi saudara-saudara yang hobi menanam kaktus bisa join atau kerjasama dengan adikku!!!” Namanya juga usaha… sebenarnya kalau ada tawaran pekerjaan lain yang pas untuk dia ya lumayan. Itu harapanku. Kalau kurasa sedih. Ya sedih… dia harus berjuang untuk dirinya dan anaknya yang masih usia 2.5 tahun. Sering ku katakana pada diriku sendiri kalau masa depan adalah misteri. Pernah ku berucap sekaligus permohonan pada Allah, “Ya Allah berikanlah hamba penyemangat hidup”. Diapun juga mengatakan hal yang sama padaku. Perasaan lelahnya aku sangat memahami. Tak tahu seperti apa kelak kehidupan yang akan dilaluinya bersama putri kecilnya.

Kadang aku berfikir, untuk para single parent yang menghadapi kesulitan menghidupi anak-anaknya seharusnya Negara bertanggung jawab untuk pendidikan dan kehidupan yang layak bagi mereka, ketika ayahnya meninggal atau tidak bertanggung jawab. Ya anak-anak yatim, janda dan orang tua yang tak punya keluarga harus menjadi tanggung jawab negara. Ah bicara apa aku ini… o iya.. bicara tentang adikku yang unik aja deh.
“Ida” adalah panggilan kesayangan kami untuknya. Dari kecil aku sering sekali mengkhawatirkannya, karena dia suka sekali menangis. Kalau sudah nangis sampai berjam-jam. Pokoknya betaaaaaaaaaaaaaaah nangis. Sampai pernah ga berhenti nangis sama nenek dijejali daun papaya supaya berhenti, tapi juga tidak kunjung berhenti. Bapakpun juga pernah sangking jengkelnya air minun di teko diguyurkan. Juga ga berhenti. Pokoknya capek deh….!! Dan anaknya Rajwa, kalau malam juga sering sekali nangis kadang tanpa sebab ga jelas dan sulit sekali berhentinya. Sampai badannya dingin dan pucat. Subhanallah…. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

Dulu waktu maghrib pernah dia menangis gara-gara dari pasar malam minta mainan alat masak tidak dibelikan.sampai jam 9 malam juga ga berhenti nangisnya. Akhirnya oleh ibu dikeluarkan dari rumah dan dikunci. Kemudian tak terdengar lagi suara tangisannya. Lalau mas aan, kakak sepupuku yang baru datang masuk rumah ditanya sama ibu, “Ida ada diluar An?” Ternyata ida tidak ada. Dia menghilang. Kita mencari kemana-mana. Nenek sudah mulai ngomel menyalahkan ibuku, dia kwatir kalau cucunya digondol wewe gombel atau ganderuwo. Kemudian akupun ikut mencarinya. Eee… ternyata dia sembunyi di balik pot bunga yang besar. Diapun cengar-cengir. Kita semua sudah kwatir setengah mati dia malah cengengesan.

Waktu SD dia paling tidak suka membawa jajan ke sekolah. Katanya malu. Tapi sekarang apapaun yang dia lakukan semuanya menurutku luar biasa, malah kadang amat sangat nekat. Dan tidak berpikir panjang tentang akibatnya.

Sebenarnya adikku ini juga bercita-cita untuk jadi perawat pendamping dokter gigi. Tapi apalah daya, bapakku rezqinya tidak mengalir untuknya. Jadi lulus SMP terpaksa sekolah di SMU Muhammadiyah dengan paksaan. Kemudian 1 tahun pindah ke pawiyatan dhaha kediri. Karena nilaiyna tidak mencukupi untuk sekolah di negeri, dia pengen sekolah di luarnegeri (tidak di kota nganjuk). Untuk melaksakan misinya dia puasa bicara, pusa makan, puasa minum selama berhari-hari. Hanya dikamar dan diam dan seperti biasa menangis. Ibu sampai jengkel kemudian dipukul sulakpun (kemoceng) juga tidak berkutik. Sungguh ku pikir aku adalah orang yang kaku dan sangat keras kepala, ternyata adikku lebih dari padaku. Akhirnya dengan bujuk rayuan dia mau sekolah di SMU Muhammadiyah dengan kontrak 1 tahun setelah itu harus pindah. Maka dikabulkannya keinginan itu. Yang membuat dia kecewa, sebenarnya dia sudah dinyatakan lulus dan diterima di perawataan gigi sekolah kejuruan tetapi harus ditinggalkan begitu saja karena tidak ada uang. Mau dibilang sedih ya sangat sedih… kadang akupun juga menyalahkan bapak… dan sampai bersumpah kelak kalau aku dah kerja pengennya menyekolahkan adik-adikku. Tapi apa daya. Gajiku pun juga tak cukup. Jadi batallah sumpahku itu dengan sendirinya.

Setelah lulus SMA adikku juga pengennya kuliah. Tapi sekali lagi mungkin memang bukan rezekinya. Dia tidak diterima di PTN. Akhirnya dia pun sekolah D1 di Ar Rahman kediri. Itupun biayanya minta bantuan pak puh sofyan. Alhamdulillah beliau mau berbaik hati meminjamkan uang untuk sekolah adikku. Wisudanya pun tanpa dihadiri bapak, ibu ataupun keluarganya. Katanya ga perlu. Ya sudah jadi tak satupun diantara kami yang datang. Kami hanya tahu foto dan gulungan ijazahnya.

Selesai kuliah, tentu perjalanan manusia berikutnya adalah mencari pekerjaan. Nah bingunglah dia pekerjaan apa yang cocok. Ada yang mau terima tapi ga boleh pake jilbab. Ku bilang ga usah kerja kalau harus pertaruhkan jilba, bisa-bisa rezekinya ga barokah. Akhirnyapun dia urungkan tawaran itu. Kemudian dengan modal nekat dan sedikit lobi ibu, adikku pengen ikut saudara minduan dari ibu namanya pak mujib. Adikku ingin ikut ke Kalimantan membantu beliau. Setelah rundingan akhirnya adikku berangkat ke tanjung selor. Dia jarang sekali pisah dengan keluarga baru kali ini dia nekat merantau ke Kalimantan.

Setelah beberapa lama ikut pak mujib, adikku mencoba melamar pekerjaan disalah satu proyek yang sedang di kerjakan di Kalimantan. Dari sinilah sepertinya doa-doa adikku diwujudkan oleh Allah. Keinginan punya uang banyak, bisa bantu and kirim uang ibu bapak, makan apa aja keturutan. Ida punya kebiasaan suka belanja makanan atau barang yang unik-unik. Kadang kalau beli makanan dia simpan dikulkas sampai lupa dimakan. Kalau barang-barang yang unik sepertinya kebiasaan dari kecil. Dia punya koleksi uang logam Rp. 5, Rp. 10, prangko, sampul kado, kertas surat, buku tulis dll. Dan koleksinya itu sampai sekarang masih kusimpan terutama selama dia di Kalimantan.

Di Kalimantan akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari rumah pak mujib dan berhenti membantu menjaga tokonya. Kemudian dia kontrak kerja di PT yang sedang mengerjakan proyek. Kenalah ida dengan sorang pemuda tampan ditempat kerja seperti memberinya semangat baru. Tapi karena memang belum jodo jadi adikku tidak jadi menikah dengannya meski ada rencana kesana. Salama 2 tahun, akhirnya kontrak kerjanya habis. Perlu diketahui selama kerja disana adikku juga membuka usaha pakaian dan aksesoris serta parsel. Modalnya dari salah satu teman di proyek. Setelah itu usahanya pindah ke balikpapan. Waktu pindah dari tanjng selor ke balikpapan aku datang kesana pas kebetulan waktu itu semesteran dan liburan, jadi kuhabiskan waktuku Bantu packing barang selama hamper 1 bulan. Lumayan punya pengalaman naik pesawat pertama kali. Dalam sehari itu ga hanya sekali 2 kali malahan eh tiga kali, empat kali lima kali sekalian bolak-balik.gratis lagi. lumayan Kemudian naik boat menyusuri tepian pantai hampir 2 jam. Ngeri juga dari ujung ke ujung hanya air dan pohon bakau. Wah menurutku lumayan buat traveling. Meski takut kalo boatny kebalik, tapi alhamdulillah semuanya selamat.

Sampailah aku di tanjung selor. Kumasuk rumah kontrakan adikku. Sedikit ngri juga sih. Tinggal sendirian, pernah punya pembantu tapi pada ga beres, sering bawa pulang dagangan. Ku amati barang-barang yang memenuhi ruangan rumah kontrakkan adikku. Makanan untuk parcel sudah siap untuk dijual dan diberikan ke pegawai perusahanan. Tapi akhirnya urung karena waktu itu SBY melarang pemberian parsel kepada pihak-pihak tertentu. Gagallah usaha parsel adikku dengan makana-makanan yang disudah dibelinya bahkan sudah dikemasnya. Sungguh berlimpah rasanya ku ingin mencicipi semua makanan kaleng yang aneh-aneh yang belum pernah aku lihat dan rasakan. Ida bilang kalu mau buka aja mbak. Cuma aku takut ga habis. Kemudian misi berikutnya adalah kemas-kemas barang untuk dibawa ke balipapan.. akhirnya bersih sudah kontrakkan itu meski masih ada sisa beberapa bulan. Tapi karena kotrak kerja di proyek sudah habis maka diputuskan untuk buka usaha di rapak Ramayana balikpapan.

Sebelum barang tiba aku dan adikku serta kakak sepupunya yang dititipkan teman di balikpapan menempati ruko. Seperti three angels beraksi. Belum ada tempat tidur karena memang belum datang. Akhirnya kita tidur dilantai dua diatas cover bed. Seperti orang ilang aja. Kita pel dulu lantai 3 dan 2 sampai bersih. Sepupuku sebenanya ga krasan pengennya pulang terus. Maklum ga pernah jauh dari rumah. Tapi alhamdulillah akhirnya kerasan tiba waktunya kerja full time ketika barang-barang dari tanjung selor datang. Ada almari baju, meja rias, spring bed, kulkas dan bermacam-macam daftar barang rumah tangga dan dagangan. Diangakt satu persatu dari lantai bawah sampai ke atas. Waktu itu dibantu oleh tehnisi meski kadang juga aku juga mencoba ngebor diding beton pinjam bor tehnisi itu kalau dia lagi istirahat. Kadang ku minta alatnya untuk ditinggal. Siapa tahu malam-malam ku bisa ngebor dinding-dinding ruko yang sangat angkuh dank eras yang mengelilingi kami three angels.

Satu persatu akhirnya semua barang tertata dan daganganpun mulai didisplay. Ada sepatu, baju, souvenir kayu jati. Kalau dikalkulasi semua barang ini kira-kira berapa puluh apa ratus juta ya. Ah entahlah. Tapi yang jelas isi toko hamper penuh. Akhiranya setelah semuanya sudah lumayan beres tibalah waktunya aku naik pesawat lagi pulang kampong….!!!

Setelah itu perkembangan toko adikku kudengar dari jauh tidak terlalu ramai. Akhirnya ga kurang akal adikku menambah dagangannya dengan jualan rokok dan soft drink. Kemudian cerita tentang seorang lai-laki keturunan makasar bugis melai mendekatinya. Dan sepertinya memberi perhatian lebih. Dan sudah mulai melarang-larang adikku untuk dekat dengan laki-laki lain. Kemudian dia berniat melamar dan memperistri adikku. Akhirnya menikahlah adikku denganya.

Ku rasa pernikahan adikku kali ini lebih aneh dari adikku yang ke dua (zulfa). Mempelai pria tidak membawa 1 keluargapun kerumah. Sebenarnya kami sekeluarga kurang begitu setuju. Tapi ya mau bagaimana lagi. Adikku jauh dinegeri orang ga ada siapa-siapa ya sudahlah, akhirnya dinikahkan juga. Meski semuanya tak mulus. Tapi itu sudah menjadi pilihan adikku. Karena tidak dapat mempertahankan pernikahannya, pulang kampung deh….! Kita sebagai keluarga apalagi ibu bebannya sangat berat. Anak kedua dirumah, suaminya jarang kirim nafkah pulang 1 tahun sekali. Anak yang satunya lagi pulang kampong diambang perceraian dan yang satunya lagi nih… belum nikah juga alias jodonya belum ketemu. PUSIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING!!!!!!

Ditatalah hati kami… pekerjaanku juga tak begitu banyak membantu. Gajiku hanya cukup bantu biaya sekolah fauzan, itupun tidak banyak. Alhamdulillah dan selalu alhamdulillah, Allah memberi rezeki kepada bapak lewat usaha sarang burung. Zulfapun juga mencoba memasarkan tabung gas meski akhirnya harus berhenti. Dan ida dirumah juga menenangkan fikiran dan hatinya. Semuanya berlalu begitu cepat, kedua adikku resmi bercerai. Sampai ibu berfikir “pasti di pengadilan agama bilang satu keluarga kok cerai semua” ternyata benar yang diduga ibu ketika adikku siding di PA. akupun bilang ke ibu ya gimana lagi bu memang sudah begitu ya didengarkan saja ^_^.

2 tahun terakhir ini zulfa sudah bekerja dan sebentar lagi kontrak mau habis. Idapun juga punya kegiatan dengan buka kios kaktusnya. Meski ida masih berkeinginan untuk kerja di tenggarong Kalimantan. Sebenarnya kalau ida mau menekuni usaha kaktusnya lumayan. Seperti kemarin waktu kita mengikuti pameran di nganjuk. Allah melimpahkan rezeki yang menurutku luar biasa unutk ukuran bisnis kakus yang saben harinya cuma laku satu dua, eh ini samapi kulak kaktus bolak-balik malang-nganjuk. Kata ida seperti kacang goreng alias laku keras. Ya namanya jualan kadang laku kadang tidak.

O ya putrinya rajwa sekarang sudah gede. Tambah pinter aja. Semoga jadi anak yang solehah ya. Untuk ida adikku sanyang…. Maaf ya kalu mbak ga bisa Bantu banyak, ku hanya bisa doakan semoga segera mendapat pendamping hidup dunia akherat yang bisa membantumu membesarkan rajwa. Doakan mbak juga semoga jodo yang dijanjikan Allah datang dalam waktu dekat ini. Supaya tidak kamu salib lagi ^_^. Semoga kita bisa nikah bareng-bareng seperti yang ku impikan. Aku ketemu jodoku, ida dan zulfa juga ketemu jodonya lagi cukup untuk kedua kali. Jadi deh kita perayaan nikah bareng-bareng. Impian dan doa ibu pun juga bisa terwujud. Ibuku pengen banget mantu, kata bliau maksudnya pengen segera menkahkan aku. Waktu kubilang “kan sudah pernah mantu”

Sebenarnya setelah kedua adikku punya status janda sudah ada yang mulai ada yang menanyakan untuk menikah lagi. Malah adikku zulfa sudah ada yang meminta izin bapakku untuk melamarnya dan ida pun kemari-kemarin juga sudah ada yang menayakan. Kalau akau???????? Bukannya tidak ada saudara-saudara. Ada sih ada tapi ya beitu deh. Aku iya dia tidak, aku tidak dia iya. Capek deh… kadang semuany datang dan pergi hanya meninggalkan sebuah nama dan berlalu begitu saja. Kalau mau dipikir ya dipikir kalau mau tidak ya dipikir juga. Tapi aku tetep harus semangat toh hidup ini ga lama kan. Bagi para pembaca (eh emang ada yang mau baca nih..!!! ^_^, thank you) yang punya nasib sama yuk kita saling menguatkan hati bahwa kita adalah pilihan Allah yang sedang diuji untuk mendapatkan seorang pangeran dunia dan akherat untuk tinggal disurga-Nya kelak. Amin-amin ya robbal alamin.
Ya.. ku sadari semuanya kehidupan dimasa mendatang adalah misteri. Jodo, rizki, mati dan kehidupan ada pada Allah. Manusia sedang mengusakan untuk mendapatkan yang terbaik. Semoga Allah beri kemudahan pada keluargaku dan pembaca semuanya amin ya robal alamin. Ya Allah… yang maha mengetahui dan maha mendengar,perkenankan doa kami ya Allah

5 comments:

  1. salam kenal..
    saya ikut berdoa ya mba..
    "semoga Alloh selalu memberikan kemudahan-kemudahan buat mba dan seluruh keluarga dan dilancarkan rikinya"

    ..setiap tetes keringat perjuangan kita untuk hidup yang lebih baik,selama kita bertakwa kepada Alloh,tak ada yang tak mungkin,dan Dia pasti akan memberikan jalan atau rizki dari arah yang tidak disangka-sangka..

    BalasHapus
  2. salam kenal mbak, saya warga nganjuk yang terdampar di Jakarta...

    membaca cerita mbak kok rasanya seperti sinetron saja (maaf mbak...)

    tapi memang seperti itu kayaknya lakon kehidupan...saya juga pernah terdampar 4 tahun di Kalimantan...

    Gusti ALLOH mboten sare kok mbak...

    BalasHapus
  3. terima kasih atas komentarnya. bukan lagi senetron. tapi ini adalah 1 dari sekian kisah nyata kehidupan anak manusia.mungkin yang lebih menyedihkan lebih banyak. semoga mereka diberi kekuatan demikian juga denganku dan keluargaku amin.

    BalasHapus
  4. hidup itu ceritanya berbeda-beda
    itulah tanda kuasa-Nya
    kesabaran manusia di uji

    BalasHapus
  5. perjalanan hidup kita itu tidak bisa ditebak akan sampai dimana dan berakhir dimana

    isilah selalu hari-hari kita dengan amal ibadah

    salam kenal yah

    BalasHapus

Tafakur dan mensyukuri nikmat Allah atas kesempatan hidup yang diberikan