Senin, 20 Oktober 2008

SAMPAI JUMPA DI KAMPUNG AKHERAT PAK PUH


Sampai Jumpa di Kampung Akherat Pak Puh Ahmad Sofyan

Nganjuk, Ramadhan ke 28, 28 September 2008.

Ahmad Sofyan adalah kakak ibuku..

Beliau memiliki perjalalnan hidup yang bisa dibilang sangat sukses dan selalu lebih baik. Cerita kehidupan beliau yang ku dengar dari bunda tercinta, pak lek Nan dan Budeq Marfuah almarhumah sangat luar biasa…


Kegigihannya patut dijadikan contoh.

Kisahnya tentang ketidak sanggupan nenek membiayai sekolahnya menjadi tangis pilu budeku tersayang yang waktu itu sekolah di PGA. Cerita bunda tentang seragam sekolah pak puh dari karung goni compang-camping yang ditambalkan ibundaku membuatku lebih bersyukur dengan keadaanku waktu di MAN 3 yang masih bisa sedikit bergaya meski sama-sama punya melalui hal yang terberat juga. Pak puhku menjalani bisnis pertamakali dari adik nenekku yaitu belajar tukang alroji. Kemudian beliau menjadi maklar tukang alroji lalu meningkat menjadi jual beli sepeda, cerita pertama kali membeli sepeda motor bliau membonjeng nenek dengan maksud mengajak jalan-jalan keliling ploso, tapi apa yang terjadi, bliau tidak tahu kalo nenek jatuh tertinggal dijalan. Kemudian bisnisnya meningkat lagi yaitu broker motor dan mobil sampai sekarang. Usahanya diturunkan ke putranya nomer 2 mas andik yang juga bisa dibilang suksek.


Sekarang ....

Semuanya seolah harus mananti berita duka yang pasti akan terjadi padanya dan kelak padaku dan seluruh keluargaku. Satu persatu semua harus pulang kampung dan mengantri, hanya waktu panggilan yang kita tunggu.Pak puhq jatuh sakit 1 bulan terakhir ini...

Pertama kali ku besuk di ruah sakit Dr. Sutomo nganjuk, bliau peluk erat ibundaku, menangis sejadi-jadinya dan berkata”Piyeki Ib, aku ga iso opo-opo, Tanganku ga iso diobahne rono” (gimana ini aku ga bisa apa-apa, tanganku ga bisa kesana). Aku paling tidak bisa menahan air mata dan ku keluar dari kamar inap. Ya allah akan tiba hari nulut terkunci kata tak ada lagi. Ya allah akan tiba masa tak ada suara dari mulut kita. Erkata tangan kita tentang apa yang dilakukakannya. Berkata kaki kita kemana dia melangkahnya...


Sekarang adalah fase diman pak puhku bergulat dan meunggu waktu yang tepat untukmenghadap sang Khalik, sekarang bliau hanya bisa memjamkan mat dan membuka sesaat dengan pandangan kosong seperti bay yang baru dieluarka dari rahim ibunya. Di rumah sakit slamet ariyadi semarang bliau tak berdaya.. hanya maunah dari allah yang bisa menjadikan pak puh kembali sehat dengan ikhtiar keluarga.

Ya allah berikan hamba dan keluarga hamba kemudahan dalam menjalani kehidupan dan hidup setelah mati.

Pak puh trima kasih atas semua bantuan yang pernah pakpuh berikan pada ibunda bapak dan adek-adek. Semoga menjadikan pahala yang menerangi penjalan pulang pak puh. Maafkan kami sekeluarga yang tak mampu membantu lebih kecuali doa yang bisa kami panjatkan pada Allah semoga pah puh diberi kemudaha untuk menghadapi detik-detik terakhir kebersamaan pak puh bersama kami samua.. Ya allah jika boleh hamba memohon hamba ingin pak puh menyaksikan pernikahanku dan kunantikan kebersamaan keluarga kami bani makhali.


Jum’at 3 Syawal 1429 H/ 3 Oktober 2008

INNA LILLAHI WA INNA ILLAIHI ROJI’UN

Kediaman Pak Puh Yan

Kami sekeluarga dan tean-teman beliau sibuk menyiapkan kedatangannya dari semarang.

Ku perhatikan semua yang ada di rumah sebesar ini... ada banyak kamar-kamar kosong, ada mobil dan banyak lagi harta benda di dalam rumahnya..

Pak Puh dan satupun tak ada yang pak puh bawa.

Ya Allah akhirnya di hari yang fitri ini Allah memanggil pak puh Yan untuk menghadap, dan berlebaran dengan bu puh marfuah, pak puh awi mbah mahali, mbah yati dan saudara-saudara yang telah berada di kampung akherat lebih awal.

Tak kan ada lagi lebaran bersama pak puh yan..

Selamat jalan pak puh sampai jumpa di kampng akherat.

Ya Allah kumohonkan pada-Mu, terimalah semua amal kebaikan pak puh sebagai ole-oleh yang telah dipersiapkan untuk-Mu

Ya Allah ku mohonkan pada-Mu ampunilah semua dosa-dosa pak puh Yan.

Amin ya Robbal Alamin.

0 comments:

Poskan Komentar

Tafakur dan mensyukuri nikmat Allah atas kesempatan hidup yang diberikan