Kamis, 03 November 2011

"MENIKAHLAH DENGANKU!"


Ya Robby Ya Allah....
Seringkali ku bertanya pada diriku sendiri, apakah jodoh harus dikejar atau ditunggu?
Dan seringkali seperti biasa kujawab pertanyaanku dalam hati dan pikirku.

Kadang aku memang perlu mengejar seperti mengejar cita2, jadi aku pikir jodoh pun harus dikejar dan harus diusahakan. Berhsil ataupun tidak, Allah lah yg menentukan. Apapun yang kita lakukan dengan cara yang khasanah sebagai ikhtiar merupakan kewajiban yg harus dilakukan oleh setiap muslim. Dan Insya Allah jika kita ikhlas menerima hasilnya semoga dijadikan amalan sholih.

Banyak orang bilang kalo jodoh merupakan misteri, aku pikir memang ada benarnya, karena kita memang tidak mengenal jodoh kita dan karena kita tidak mengenal diri kita sendiri, dan kadang kala kita tidak percaya dengan Iman kita dan berpikir bahwa kita takut akan mendapat jodoh yg tidak sesuai. Seharusnya aku dan dirinya menyakini apa yang difirmankan Allah:

"Laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik, perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula)" (QS AnNur; 26)

Ketika kita dipertemukan atau diperkenalkan seseorang dengan niatan untuk menjalankan ibadah nikah dijalan Allah, ucapan basmalah dan harapan yang sangat besar ada dalam hati. Dan ketika bertemu memang sudah seharusnya kita memiliki 3M; saling memaklumi, saling memaafkan dan saling memotivasi. Semoga saja aku dan dia dapat melakukannya. dan ku berharap jika tiba saatnya nanti Allah memilihkanmu untukku, dan semoga kelak kita dapat membangun dan menjadikan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawadah wa rahmah. amin Ya Robbal Alamin

Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa
"Seorang perempuan biasanya dinikahi karena empat perkara: Harta, nasab (keturunan), kecantikan dan agamanya. Maka utamakan memilih perempuan karena agamanya, kamu akan merugi bila tidak memilihnya." (HR Bukhari)

Aku sebagai seorang wanita merasa belum termasuk kategori yang utuh seperti yang disampaikan dalam hadist tersebut.. Namun bukan berarti aku tidak pantas untuk laki-laki yang baik. Dan dalam penantianku aku akan berusaha memperbaiki diri dengan harapan Allah swt akan memilihkan yang terbaik pula untuk agamaku, keluargaku dan diriku.

Ya Allah...
Mudahkanlah urusanku dan mudahkanlah urusan "hamba Mu" yang sedang Engkau pilihkan untukku..
Berikanlah kami kekuatan untuk menjalin ikatan suci dalam membangun kebaikan untuk kebahagian di dunia dan akherat kami kelak..
Berikanlah pula kami keturunan yang kelak tidak pernah lelah meng-agungkan nama-Mu dimuka bumi ini dengan kalimat tauhid

Ya Allah...
Lapangkanlah hati kami... dengan pertolongan-Mu
Semoga pintu hati yang sedang tertutup dibukakan untukku
Semoga gunung es yang membeku sekian lama segera mencair menyejukkan dahagaku dalam penantian yang sangat panjang..

Ya Allah...
jadikanlah kesabaranku dalam menantinya sebagai rasa cintaku pada-Mu
bahwa Engaku pun sangat mencitaku Ya Robb..
Namun izinkan aku menyempurnakan cintaku pada-Mu untuk mengatakan padanya
"MENIKAHLAH DENGANKU..!"
"PINANGLAH AKU DENGAN HAMDALAH.."
dan izinkan semua penduduk bumi ini memanjatkan doa untuk kami

Untukmu .... yang sedang kunantikan "seorang hamba Allah yang memiliki "richness of taste"

Selasa, 30 Agustus 2011

BARAKALLAHU LAKUM IDA & ANDI


alhamdulillah di malam takbir ini... di hari yang fitri 1 syawal 1432 Hijriyah
semoga Allah memberkahi pernikanmu kembali bersama suamimu
do your best my sister..
doaku menyertaimu

Baraka Allahu Lakuma

By: Maher Zain

We’re here on this special day
Our hearts are full of pleasure
A day that brings the two of you
Close together
We’re gathered here to celebrate
A moment you’ll always treasure
We ask Allah to make your love
Last forever

Let’s raise our hands and make Du’a
Like the Prophet taught us
And with one voice

Let’s all say, say, say

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
Baraka Allahu Lakuma wa Baraka alikuma
Wa jamaah baina kuma fee khair.
Barakallah hu lakuma wa baraka alikuma
Wa jamaah baina kuma fii khair.

From now you’ll share all your chores
Through heart-ship to support each other
Together worshipping Allah
Seeking His pleasure

We pray that He will fill your life
With happiness and blessings
And grants your kids who make your home
Filled with laughter

Let’s raise our hands and make Dua
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
Baraka Allahu Lakuma wa Baraka alikuma
Wa jamaah baina kuma fee khair.
Barakallah hu lakuma wa baraka alikuma
Wa jamaah baina kuma fii khair.

بارك الله
بارك الله لكم ولنا

الله بارك لهما
الله أدم حبهما
الله صلّي وسلّم على رسول الله

الله تب علينا
الله ارض عنا
الله اهد خطانا
على سنة نبينا

Let’s raise our hands and make Du’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say

بارك الله لكما وبارك عليكما
Barakallahu Lakuma wa Baraka alikuma

AMIN YA ROBBAL ALAMIN..
WISH YOU MY BEST WISHES

Jumat, 26 Agustus 2011

THE LAST ROUND



Astaghfirullah…Ya Allah guide me…. Guide my steps don't let me go astray
You're the only one Who show me the way...,

Menata hati…, menata pikiran…, mensinergikan kedua-duanya.. menjadikan langkah terasa nyaman dan sempurna. Perasaan yang tiba-tiba bergejolak antara iya dan tidak, terus atau berhenti, maju atau mundur, lurus atau belok, .., menjadikan semua arah tampak samar-samar dan semakin tak terlihat jelas kepastian tentang akhir dari “the last raund”. Ingin ku beranikan diri... tetapi melangkah ternyata tak semudah apa yang diimpikan atau yang telah direncanakan, apalagi ketika berhadapan dengan kenyataan.

Impian yang begitu indah disepanjang perjalanan hidup tak selalu sama dengan apa yang telah disusun dalam pikir manusia. Jalan yang terhampar dihadapan mata sangat nyata dengan penuh lobang, liku, kelok, terjal, tanjakan, tikungan, jurang dan bahkah curam yang bisa mengoyak keteguhan hati dan kejernihan pikiran. Pikir yang penuh dengan keyakinan tiba-tiba bisa berubah menjadi kegalauan dan kebingungan. Hati yang semula pasrah bisa menjadi bangkit berontak pada keadaan… "benarkah ini?" "Haruskah begini?" … atau bahkan menyerah .. "entahlah aku tak tau harus bagaimana lagi?", "Haruskah jalan yang pernah ku lalui ku ulang kembali..?", rasaanya tak ingin.. jika semua tentang kesedihan. Biarlah yang lalu terlewatkan. Sementara entah masih sisa berapa lagi yang sedang menunggu di depan… masih adakah kesempatan yang lebih baik? atau yang lebih buruk lagi sedang menunggu, Ataukah this is the last raound we have?

Manusia sering kali sok tahu…. Sangat sok tahu… astaghfirullah ..gengam hati dan pikirku ya Robbi ya Allah,.. erat-erat dan jangan biarkan hamba melepasnya. Bimbinglah hamba sejauh hamba melintasi perjalanan hidup hingga kelak sampai pada "the last round" Kadang manusia sering kali tak menyadari bahwa hanya ada satu tempat yang selama ini kokoh sangat kokoh dan kadang kala diabaikan…. Ampuni hamba ya Allah izinkanku bertawakal pada – Mu kembali.

“Tawakal kepada Allah” we should do from very beginning until the last round. Terlebih lagi apabila manusia dalam keadaan kehabisan bekal ilmu, tangan tak sanggup lagi memanjatkan doa, mulut tak sangup lagi terucap permohonan, kesabaran tak lagi diam, dan keikhlasan mulai terkorek, disaat-saat seperti inilah kita harus tetap miliki satu tempat untuk bersandar dan kembali pulang…, kepada "Allah swt…" cukupkan Allah untuk segala, as the "GUIDE for the whole round" dalam sebuah kehidupan….

Rabu, 10 Agustus 2011

RAMADHANKU...


Ramadhan ...
kembalikan hatiku pada-Mu...
Rindu yang sangat, tetapi ketika dekat, hatiku rasa hampa...
Ramadhanku...
peluklah ku erat, dan jangan biarkan jiwa dan raga ini tak menyatu
Ramadhanku...
bicaralah padaku dengan Kesunyian-Mu dan jangan biarkan mulut ini tak terjaga.
Ramadhanku..
Baringkan aku dalam sajadah-Mu dengan hangat-Mu,
sehingga hati ini tak terasa gundah dan resah..
Ramadhanku...
Tataplah mataku, sehinga aku tunduk pada-Mu..hanya melihat-Mu
Ramadhanku...
Bisikkan padaku Allah sangat menyayangiku,dan sedang menantikanku
Ramadhanku....
Ido miss You holding me tight..
DOn't let me to leave You
Hold my hands and help me..

Jumat, 17 Juni 2011

MENJEMPUT PANGERAN DIPENGHUJUNG DHUHUR

Sudah semakin panas...gundah bertambah, resahpun merambah seluruh hatiku....Bumi telah jadi saksi sepanjang usiaku. Setia menungguku untuk menyatu sewaktu-waktu sang utusan datang menjemputku.

Meski dhuhur sudah hampir berlalu., tangan ini dan seluruh jiwa ini tak kan pernah berhenti memohon kepada-Mu ya Robby.. "for the rest of my life" I'll be with you, I'll stay by your side...I'll be loving You day and night.


Hari ini...
trace back masa lalu menjalin tali silaturahmi, mengunjungi teman lama,di kota yogya... mengenang kembali dan bernostalgia....

Hari ini...
untuk kesekian kalinya, dulu dan sekarang, perasaan masih sama.

Hari ini...
hanya angka yang bertambah sedang waktu semakin dekat, meski tak tahu seberapa dekat.

Hari ini...
ingin ku ucapkan untukku "Semoga di sisa usiaku" Pangeran yang dinanti, menjemput di penghujung dhuhur ini..

amin ya robbal alamin




Kamis, 11 November 2010

MARAH PADA AMANAH???


Sungguh berat menjaga amanah dari Allah swt. Anak itu sungguh tidak bersalah. Karenanya berbuat larangan agama, orangtua yang seharusnya bertanggung jawab. Kenapa harus amarah yang terjadi ketika mereka tidak mengerti yang kita katakan. Tak seorangpun ingin amanah yang dijaga rusak tabiatnya, Tak seorangpun berharap amanahnya terluka karena amarahnya sendiri. Ya sering kali orang tua marah-marah ketika gagal mengajarkan hal baik kepada amanah tersebut.

Seharusnya instropeksi dan berkontemplasi terhadap diri sendiri, sebelum marah pada amanah. Setelah marah terjadi, semua tumpah ruah pada amanah, lantas apa yang kita rasa? Adakah yang salah? Ya, pasti ada yang salah jawabnya. Andaikan kita tidak sibuk dengan urusan kerja dan ada waktu untuk memperhatikan mereka lebih banyak, menjaga dan menjawab setiap keingintahuan mereka dengan ilmu, memahami kesulitan mereka, memberi pengertian atas tidakan baik dan buruk. Insya Allah mereka akan jadi amanah yang terjaga dan terpercaya. karena kita berbicara dengannya dari hati ke hati dengan rasa ikhlas menerima amanah tanpa harus dengan amarah ketika ketidakmampuan kita terbaca oleh mereka.

Senin, 07 Juni 2010

IDA, RAJWA dan KALIMANTAN


Aku tidak tahu ada apa dengan kalimantan? dulu zulfa adikku merantau kesana demi anak-anaknya. Sekarang ganti Ida dan putri kecilnya kembali lagi kesana. Semuanya demi mencari ridho Allah untuk berjuang disisa hidup dan masa depan yang masih tersimpan dalam misteri. Dalam hatiku berat rasanya melepas mereka, tapi mereka harus terus menjalani hidup tanpa harus bergantung pada keluarga kecuali pada Allah.

Kalau kita terus menengok kebelakang sulit untuk melangkah kedepan. Masa lalu cukup jadi pelajaran hidup agar kita tidak jatuh terpuruk untuk kedua kalinya. masa lalupun tak bisa lepas dari kita. adanya sekarang karena ada masa lalu. sekarang pun kan jadi masa lalu untuk menyongsong hari yang akan datang.

Semua punya kisah dalam perjalan hidup. semua ada hikmah dalam peristiwa yang dialami dalam perjalanan hidup. semua pun ada pelajaran bagi dirinya diriku dan orang lain untuk senantiasa mensyukuri nkmat hidup. sekalipun itu teramat pahit. jangan sampai dimuntahkan. kita nikmati kepahitan itu untuk lebih mencintai Allah. sungguh serasa lebih nikmat dikala kepahitan menjadi manis dengan ridho Allah.

Semoga Allah senantiasa melindungi mama ida dan rajwa dimanapun berada. semoga Allah senantiasa melimpahkan ridho_Nya pada kita semua.

Rabu, 04 November 2009

Di penghujung 33 tahun


33 tahun?
Apa yang sudah kulakukan?
Berapa banyak kebaikan?
Berapa banyak keburukan?
Berapa banyak pahala dan juga dosa?

33 tahun?
Apa ya yang sudah aku punya untuk dunia dan akheratku?
Apa ya yang sudah ku berikan pada orang-orang yang menyayangiku?
Apa ya yang belum ku lakukan untuk orang-orang sekitarku?
Apa ya yang belum kulakukan untuk memanjakan hidupku?
Apa ya yang belum ku persiapkan untuk matiku?

33 tahun?
Seharusnya aku sudah harus apa ya?
Punya pekerjaan? Not so bad
Punya suami? Not yet
Punya anak? Not yet
Punya karir? Not so bad
Punya iman yang kuat? sometimes
Hidup semakin mantap? Not really
Mati sudah siap???????? Wait…!!!

33 tahun?
Untuk mengisi hidup memang perlu sebuah rencana.
Apa aku sudah pernah merencanakan hidupku yang sudah lewat 33 tahun?
Pernah.. sangatlah pernah. Ada yang tinggal rencana, ada yang belum terlaksana
Ada juga yang sudah terlaksana meski tidak sesuai rencana.

Hampir 80% setelah perencanaan semuanya mengalir. Aliran itu kadang sangat deras, ada yang lambat bahkan hampir putus asa, ada yang berapi-api penuh gelora. Ada yang happy ending dan sad ending.

33 tahun?
Aku masih harus terus berharap.
Aku masih harus terus berdoa,
Aku masih harus terus berusaha,
Aku masih harus terus bertahan,
Aku juga masih harus menerima keadaan
Untuk tetap hidup dan mewujudkan impian.
Sampai akhirnya…
Memenuhi panggilan…
Untuk pulang mempertanggungjawabkan.
Semuanya…
Tanpa terkecuali..
Di hadapan Illahi Robbi…

Selasa, 01 September 2009

PECAH TANGISKU


Minggu Pagi itu, 30 agustus 2009 aku menangis sampai tak tertahankan… ku peluk erat budeku… ku Tanya kapan bupuh pulang? Ya aku bertemu dengan bu puh. Sepertinya bliau merasakan betapa aku merindukannya. Aku pun menangis sejadi-jadinya.. lalu aku pergi menemui kakak sepupu ke ngronggo, ku hanya melihat mas aan dan mas yus sekeluarga, tapi ada hal yang aneh, kenapa tiba-tiba ada mas oni disitu. Dia sedang mengatur rumah bupuh, dia minta rumah itu ditata dan digelar karpet di ruang tengah. Lalu aku tak mempedulikannya. Aku hanya ingin memberi tahu putra-putra bu puh kalau aku bertemu dengan ibu mereka di suatu tempat entah dimana. Rasanya… aku benar-benar bertemu dengan beliau. Tapi beliau tidak berkata apa-apa… wajahnya samar-samar. Aku tak melihat dengan jelas, aku tidak peduli, aku hanya memeluknya erat, erat sekali hampir tidak kulepaskan. Rasa haru yang begitu dalam membuat pecah tangisku. Aku menangis sampai aku terjaga dari tidurku… ternyata semua itu hanya mimpi… ya hanya mimpi.. bangun tidurpun air mataku tak bisa ku bendung juga.. aku masih saja menangis. Lalu aku cerita ke ibu, kalau baru saja aku bermimpi ketemu bupuh. Ibu pun juga cerita hal yang sama kalau beliau bermimpi bertemu bupuh berdiri di pintu rumah beberapa hari yang lalu di awal puasa. Ibukupun menghampirinya dan memeluknya, memanggil namanya “Yu ah kapan teko” dan memanggil-manggil namaku “Tik ki lo bupuh teko soko mekah …” Kata ibu dalam mimpi itu bu puh menatapnya dengan rasa iri… Ibupun jadi ingat bahwa ibu lupa membacakan surat al-fatihah untuk beliau di awal bulan ramadhan. Semua keluarga yang meninggal (pak puh Yan, orang tua, mertua) sudah dibacakan al-fatihah kecuali budeku.

Ya…beberapa hari yang lalu aku pernah menulis kenanganku dengan bu puh karena aku memang merindukannya. Akupun juga mengenangnya bersama ibuku. Menceritakan semasa hidup beliau.

Ya Allah.. sungguh berikanlah kebahagian abadi untuk budeku di sisi-Mu.. Terimalah amal ibadahnya, ampuni dosa-dosanya, rasa hormat dan pengabdian beliau pada agama rosulullah, sedekah yang dilakukan di jalan-Mu yang hampir tak pernah berhenti kepada siapapun yang memerlukan, dan bhakti pada suaminya yang luar biasa.. sungguh jadikan teman yang menggembirakan untuk beliau di surgamu Ya Robb. Amin ya robbal alamin....